27 August 2009

ISLAM = TERORISME ???

Banyak media pemberitaan asing terutama Eropa dan Amerika Serikat yang selalu mengidentikkan Islam dengan terorisme, tapi apakah orang yang berada dibalik media-media itu tahu bahwa sebenarnya Islam adalah agama yang paling sempurna dimuka bumi ini. Jika semua orang tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna mungkin mereka tidak akan mengidentikkan Islam dengan terorisme kecuali bagi mereka yang tidak mau tahu atau pura-pura tidak tahu. 
 
Dalam Islam memang ada tentang jihad yang berarti berperang tetapi perlu untuk diketahui bahwa jihad bukan hanya untuk berperang dalam arti sebenarnya saja. Tetapi salah satu arti jihad adalah perang dan Rasulullah SAW mengatakan bahwa "musuh manusia yang terbesar adalah hawa nafsu, maka jihad yang terbesar adalah berperang melawan hawa nafsu itu sendiri".
 
Mereka teroris selalu menjadikan jihad ini sebagai tameng untuk menghalalkan apa yang mereka telah dan akan lakukan seperti pengeboman. Padahal dalam setiap pengeboman itu yang menjadi korban kebanyakan adalah mereka yang tidak tahu apa-apa dan juga mereka yang muslim. 

Yang menjadi pertanyaan dalam diri saya adalah “Apakah mereka yang melakukan pengeboman ini tidak tahu bahwa membunuh seseorang apakah dia muslim atau bukan itu sebuah dosa”, karena dalam Islam sangat jelas dikatakan bahwa :
1. Haram darah seseorang yang bukan Islam untuk dibunuh jika mereka mau hidup berdampingan secara damai atau tidak memusuhi kita yang muslim (Islam).
2. Seorang muslim dilarang membunuh saudaranya sesama muslim.
 
Jadi bagaimana mana mungkin Islam itu identik dengan terorisme karena dalam Islam jelas tidak ada sama sekali anjuran untuk membunuh sesama manusia. Dan bagi media-media pemberitaan asing yang tidak tahu apa-apa tentang Islam janganlah mereka sok tahu karena hal itu sama saja memfitnah, mungkin lebih bijak jika media-media itu bertanya terlebih dahulu kepada mereka yang tahu tentang Islam.
 
Tidakkah lebih indah jika dunia ini damai tanpa ada terorisme dan juga media-media pemberitaan yang hanya bisa menonjolkan egoisme dan tuduhan mereka saja.

MARHABAN YA RAMADHAN

Saat adzan maghrib berkumandang di hari Jum’at ini, maka rasa gembira muncul didalam hati dan ucapan Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan bergema dimana-mana karena bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang sudah ditunggu kedatanngannya oleh semua umat Islam di dunia ini. Bulan yang penuh rahmat dan obral pahala dari ALLAH SWT untuk mereka-mereka yang melaksanakan puasa dengan ikhlas dan hati yang bersih.
 
Dibulan yang penuh berkah ini semua ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan balasan yang berlipat dari ALLAH SWT karena itu dibulan ini banyak umat yang berkonsentrasi penuh untuk beribadah.  
 
Bangun subuh untuk makan sahur dan berbuka menjadi nikmat karena dilakukan dengan cara makan bersama dimana pada bulan-bulan lain hal ini mungkin tidak dapat kita lakukan. Kehangatan keluarga menjadi lebih terasa pada bulan Ramadhan ini.  
 
Gema orang membaca AL-QUR’AN dimana-mana dan sholat berjamaah khususnya Isya dan Tarawih menjadi menu di setiap malam sehingga nuansa religius tampak dominan di keseharian kita di bulan Ramadhan ini. Ingin rasanya suasana seperti ini bisa terus menerus disetiap bulan bukan hanya khusus di bulan Ramadhan saja.  
 
Ya ALLAH akankah aku bisa menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan ini sampai selesai karena aku takut ENGKAU memanggilku disaat sedang berpuasa sehingga aku tidak dapat menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan ini. Semoga di bulan Ramadhan ini kita dapat melakukan semua ibadah dengan khusyuk dan tawaduk sehingga limpahan pahala akan mengalir laksana sungai yang menyirami badan kita sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang fitri.

25 August 2009

Negarawan ???

Saat tanggal 10 Agustus 2009 KPU mengumumkan pemenang PILPRES, maka kita bisa melihat siapakah dari semua capres yang kalah yang merupakan seorang negarawan. Walaupun sebenarnya jika semua capres adalah negarawan sejati mungkin tak perlu ada sidang di Mahkamah Konstitusi. Karena kita semua tahu bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna apalagi untuk suatu sistem pemilu, jangan kan Pilpres di Indonesia mungkin Pilpres di Amerika Serikat pun kalau kita berusaha mencari “kecurangan-kecurangan”nya pasti kita bisa temukan juga.

Apa yang di sebut dengan kecurangan oleh mereka yang kalah dalam Pilpres adalah merupakan efek dari belum “sempurna”nya sistem pemilu yang dibuat, jadi sebenarnya “siapa yang salah??”. Kalau kita mau melihat siapa yang salah, maka pasti semua rakyat Indonesia salah karena Undang-Undang itu dibuat oleh “Wakil-wakil” rakyat yang duduk di DPR.
Kalau kita mau jujur dan melihat kedalam hati nurani sebenarnya mungkin para capres itu secara pribadi bisa menerima hasil pilpres tetapi bagaimana dengan “tim suksesnya”, jadi disini kita bisa melihat lagi bagaimana sang capres memanage “tim suksesnya” karena bisikan-bisikan dari “tim sukses” inilah yang bisa menjatuhkan nilai “kenegarawanan” sang capres.

Saya sebagai rakyat Indonesia sebenarnya ingin melihat sikap “Negarawan” para capes bisa muncul saat hasil pemilu selesai dihitung oleh KPU, sehingga saat itu juga para capes yang kalah dengan segera mengucapkan “Selamat untuk pemenang Pilpres 2009” tetapi yang terjadi adalah mereka berlindung dibalik kata-kata “nanti jika MK telah mengambil keputusan hasil sidang sengketa Pilpres, maka saya akan mengucapkan “selamat untuk sang pemenang Pilpres”.

Muncul pertanyaan iseng dalam benak saya “Inikah orang-orang (Capes) yang terbaik di negeri kita ini ???”. Kalau mereka yang terbaik mengapa mereka tidak bisa menerima kekalahan dengan “legowo” tanpa harus menunggu hasil “sidang MK” atau memang sudah menipis orang-orang yang mempunyai sifat negarawan sejati di negeri ini ??????..........