06 October 2009

BERLEBARAN DI PONTIANAK



Saat lebaran tiba, maka tradisi berlebaran di kota Pontianak ini sangat berbeda dengan kota-kota lain apalagi di Jawa. Di kota ini lebaran itu bak pesta kue terutama kue lapisnya, semua rumah yang kita kunjungi menyajikan kue lapis itu dengan berbagai model walaupun menurut saya rasanya sih ya begitu-begitu aja.

Dan ketika rumah kita dikunjung oleh seseorang, maka seperti ada rasa wajib untuk mengunjungi rumah orang yang telah mengunjungi rumah kita tersebut bayangkan jika banyak tamu mengunjungi rumah kita rasanya bisa kitamati berdiri untuk mengatur waktu membalas kunjungan mereka itu. Terkadang waktu seminggupun tidak cukup untuk berkunjung dan mengunjungi sanak keluarga kita, tetangga dan tamu yang sudah datang ke rumah kita.

Saat lebaran telah usai, maka rasa penat di sekujur tubuh sangat terasa sekali sehingga rasa malaspun muncul apalagi kalau mau berangkat ke kantor. Karena disetiap rumah yang kita kunjungi selama lebaran itu suguhan yang ada adalah kue-kue yang sama, maka dokterpun mulai banyak dikunjungi pasien dengan penyakit yang hampir sama yaitu tenggorokan sakit, batuk, pilek dan influenza karena terlalu banyak makan makanan yang yang berlemak seperti kue lapis dan kecapekan sehingga ketahanan badan kita menjadi lemah. Jadi saat lebaran usai banyak dokter mendapatkan rejeki karena pasien yang datang ke tempat prakteknya semakin banyak dan kita yang sebagai pasien semakin terkuras keuangan kita karena ada pengeluaran ekstra untuk ke dokter.

Hal seperti ini selalu berulang saat berlebaran di kota Pontianak, walaupun suasana lebaran mungkin lebih meriah jika dibandingkan kota-kota lain tapi ada hal-hal yang menurut saya koq ndak sreg. Contoh seperti mengapa kita harus membalas kunjungan tamu yang sudah datang ke rumah kita karena dengan balas membalas untuk saling mengunjungi ini membuat kita kehabisan waktu untuk mengunjungi sanak keluarga yang lainnya dan kelelahan karena full time kegiatan kita selama lebaran adalah berjalan dari rumah ke rumah yang membuat turunnya kondisi tubuh kita.

Ya, bagaimana lagi lha wong itu sudah tradisi lebaran di Pontianak walaupun dalam hati ada rasa tidak sreg tapi karena istri orang Pontianak ya dengan terpaksa harus ikut tradisi itu nanti kalau ndak ngikuti tradisi itu banyak celoteh yang tidak mengenakkan telinga akan bermunculan bak peluru yang ditembakkan kearah dada saya.

Walaupun begitu jangan lupa bahwa perbedaan tradisi lebaran di Indonesia ini menyebabkan adanya pelangi budaya dan tradisi yang membuat Indonesia semakin penuh warna yang selalu mempesona.

No comments: