Berita tentang bagaimana tentara negara tetangga dengan beraninya menangkap petugas Departemen Kelautan Indonesia yang sedang melaksanakan tugasnya membuat miris hatiku.
Apalagi jika kita lihat bagaimana dengan mudahnya pejabat di Jakarta mengatakan petugas kita “hanya dimintai keterangan saja”. Mereka semua yang saat ini duduk sebagai pejabat di Jakarta tidak pernah merasakan bagaimana para pendiri negara ini bersusah payah dan bermandikan darah untuk melepaskan diri dari penjajahan karena kita mempunyai “HARGA DIRI” serta tidak mau “HARGA DIRI” itu diinjak-injak oleh negara lain.
Ketika negara ini sudah berdiri selama 65 tahun dengan enaknya para pejabat di Jakarta menjual “HARGA DIRI“ negara dan bangsa ini dengan membiarkan negara lain menginjak-injak kedaulatan kita. Diplomasi memang perlu tetapi kemarahan juga perlu karena “HARGA DIRI” itu tidak bisa dihargai dengan diplomasi apalagi untuk negara-negara yang secara terang-terangan tidak menghargai kita sebagi sebuah bangsa dan negara.
Indonesia menjunjung tinggi semangat kebebasan untuk semua negara tetapi bukan untuk negara-negara yang menghina dan menginjak “HARGA DIRI” kita sebagai bangsa. Bagi kami yang tidak mempunyai kedudukan sebagai pejabat penting, maka demi “HARGA DIRI” bangsa dan negara darahpun siap kami korbankan agar negara ini tidak diremehkan negara lain.
Bagi mereka yang duduk sebagai pejabat di Jakarta dimana harga diri kalian, jangan hanya kalian duduk dengan tenang dan menerima gaji dari rakyatmu jika kalian tidak mempunyai rasa “NASIONALISME” pada bangsa ini. Dimana rasa “PATRIOTISME” kalian sebagai seorang yang telah diberi mandat oleh rakyat untuk memimpin negara ini.
Kedaulatan negara adalah “HARGA DIRI” yang harus dipertahankan walaupun harus mengorbankan dan meneteskan darah.
Jangan kau gadaikan kedaulatan negara ini hanya karena tiada dana untuk pertahanan.
Jangan kau gadaikan kedaulatan negara ini untuk mencari dana pembangunan karena kita bisa menbangun negeri ini tanpa bantuan negara manapun.
Jangan kau gadaikan kedaulatan negara ini untuk kepentingan pribadi karena ingin korupsi.
Jika kalian yang duduk di Istana sekarang tidak merasakan pahitnya mendirikan negara ini, maka jagalah kedaulatannya jangan pernah sejengkalpun tanah negeri ini diinjak-injak oleh bangsa kolonial yang berlindung dibalik kata-kata “NEGERI SERUMPUN”.

No comments:
Post a Comment