Saat di keheningan malam yang sunyi terkadang muncullah pikiranku tentang orang tuaku yang jauh disana. Jauhnya jarak memang tidak menghalangiku untuk melakukan komunikasi dengan mereka karena semakin canggihnya teknologi yang ada saat ini.
Tetapi secanggih-canggihnya teknologi yang memudahkan kita berkomunikasi tetap tidak bisa mengalahkan komunikasi secara langsung karena dengan bertatap muka langsung secara fisik kita mendapatkan sesuatu rasa yang tidak bisa kita dapatkan jika komunikasi itu dilakukan dengan teknologi.
Ketika yang kita hadapi adalah sesuatu hal yang membahagiakan mungkin komunikasi secara teknologi dapat kita lakukan dengan baik tetapi jika yang kita hadapi sesuatu hal yang menyedihkan mungkin komunikasi secara teknologi kurang “sreg” di hati kita karena dalam sebuah kesedihan, maka komunikasi secara verbal lebih menyentuh dan terkadang mereka yang sedang dalam kesedihan memerlukan “sentuhan-sentuhan” fisik yang akan membuat mereka menjadi lebih tabah dan ikhlas dalam menghadapi kesedihan tersebut.
Hal seperti inilah yang selalu hinggap dalam pikiranku karena jauhnya jarak antara aku dan kedua orang tuaku sehingga aku jarang berkomunikasi secara fisik dengan mereka. Kerinduan demi kerinduan muncul dan terkadang membuatku ingin meneteskan air mata tetapi bagaimanapun hal ini harus aku jalani dengan kuat.
Semakin bertambahnya tahun, maka semakin tua juga kedua orang tuaku. Dan disaat usia mereka mulai kepala “6”, maka siapapun akan menghadapi banyak penyakit di badannya apalagi kita tahu bahwa Nabi Muhammad SAW saja meninggal dalam usia 60 tahun.
Kerinduan-kerinduan yang muncul dalam hatiku adalah merupakan rasa takut yang muncul dihatiku jika suatu saat tidak dapat bertemu dengan mereka lagi karena ALLAH SWT memanggilnya. Memang hanya do’a yang bisa kuberikan untuk mereka dan semoga ketakutanku tidak terjadi dan aku bisa menemani mereka disaat-saat akhirnya.
BAPAK DAN IBU AKU RINDU PADAMU.
BAPAK DAN IBU AKU SAYANG PADAMU.

No comments:
Post a Comment