27 August 2010

SYEKH SITI DJENAR


Saat aku mendengar nama “Syekh Siti DJenar”, maka aku teringat akan pelajaran agama dan sejarah saat aku masih sekolah dulu.   Disaat itu kita selalu mendengar bahwa sebenarnya “Syekh Siti Djenar” adalah seorang yang “syirik” karena mengaku bahwa dirinya adalah ALLAH.
Tetapi di hati kecil ini saya merasa bahwa sebenarnya Syekh Siti Djenar bukanlah seorang yang seperti diajarkan dalam pelajaran-pelajaran tersebut.   Karena rasa penasaran itulah, maka saya selalu tertarik untuk membaca tentang sejarah atau ajaran-ajaran yang berhubungan dengan “Syekh Siti Djenar” tersebut.    Dan jika sudah ke toko buku tiada yang lain yang pertama aku cari pasti buku yang menulis tentang Tokoh “Syekh Siti Djenar” tersebut.
Walaupun belum banyak buku yang aku baca tentang tokoh ini tetapi aku sudah bisa sedikit mengambil kesimpulan yaitu bahwa sebenarnya Syekh Siti Djenar adalah seorang yang sangat tinggi ilmu keagamaannya dan juga “Dia” adalah seorang “Sufi” semua itu terlepas dari kontroversi yang selama ini dimunculkan ke permukaan yaitu Syekh Siti Djenar mengaku sebagai ALLAH.
Jika dilihat dari ajaran-ajaran yang dia sampaikan, maka tidak ada ajaran yang seperti di sampaikan selama ini tetapi yang ada adalah ketidak inginan dari seorang Syekh Siti Djenar tentang ulama yang menjadi bagian dari suatu pemerintahan.  Hal ini karena jika seorang ulama menjadi bagian dari pemerintahan, maka fatwa atau ajaran yang disampaikannya menjadi tidak lagi murni tetapi sudah bercampur dengan kepentingan dunia (pemerintahan).
Dan pertentangan inilah yang menjadikan Syekh Siti Djenar menjadi terkucilkan dari lingkungan “Dewan Ulama (Wali Songo)”.    Yang membuat Syekh Siti Djenar tersudut dalam tuduhan “syirik” adalah karena murid-muridnya yang tidak dapat menyelami secara benar ajaran Syekh Siti Djenar tersebut sehingga merekalah yang mendengungkan bahwa Syekh Siti Djenar mengaku sebagai ALLAH.
Tetapi sejarah tetaplah sejarah sehingga apa yang aku tuliskan ini biarlah menjadi sebuah tulisan untuk mengobati keingintahuan ku tentang seorang sufi bernama “Syekh Siti Djenar”.   Dan kebenaran abadi hanya muncul di kehidupan nanti tetapi kebenaran semu selalu tampak di kehidupan saat ini.  

No comments: