31 December 2009

PRASETIJO HERMAWAN DAN KELUARGA MENGUCAPKAN




INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJIUN
ATAS WAFATNYA
SALAH SATU PUTERA TERBAIK BANGSA INDONESIA
DAN
PRESIDEN KE 4 REPUBLIK INDONESIA
BAPAK. KH. ABDURRAHMAN WAHID
DALAM USIA 69 TAHUN

SEMOGA ARWAH BELIAU DITERIMA DISISI ALLAH SWT
DAN
SEMOGA KELUARGA YANG DITINGGALKAN DIBERIKAN KESABARAN DAN KETABAHAN
Gugur lagi satu bunga bangsa
Wangi semerbak harum baunya
Patah tumbuh hilang berganti
 Mati satu tumbuh seribu

24 December 2009

NASEHAT SANG IBU PERTIWI



Disuatu sore yang cerah dengan camilan pisang goreng dan teh hangat sang Ibu Pertiwi duduk dengan santainya sambil menonton televisi yang saat itu sedang menyiarkan berita sore.  Dan dalam berita sore itu fokus utama adalah tentang masalah pemberian bail-out kepada sebuah bank swasta. 

Dia melihat bagaimana anak-anaknya saling mencaci dan saling mencari kesalahan saudara mereka sendiri.  Tanpa terasa meneteslah air matanya, dengan hati yang pedih diapun menggumam dalam hatinya “Oh, Tuhan mengapa anak-anakku seperti orang yang tidak pernah diajarkan tentang kesopanan, mereka tidak malu mencaci saudara mereka dengan mengatasnamakan saudara-saudaranya yang lain atau pun keadilan padahal dia sendiri sebenarnya belumlah pasti orang yang adil dan menjunjung amanah saudara-saudaranya”.    

Tidakkah mereka itu melihat bahwa dengan mencaci saudara mereka sendiri berarti mereka juga menjelekkan diri mereka sendiri karena mereka adalah bagian dari rumah ini.  Dan ketika salah satu anaknya yang sudah tampil dengan cacian-caciannya di televisi pulang kerumah, maka sang Ibu Pertiwi pun memanggilnya “Anakku Ibumu yang tua ini tadi melihatmu tampil di televisi dan mendengar semua kata-katamu yang "bagus" untuk telingamu tapi tidak bagus untuk telinga saudaramu yang lain !!”.  

“Anakku, apakah yang kamu ucapkan tadi adalah hasil dari pendidikan di sekolahmu selama ini tidakkah kamu tahu bahwa jika kau mencaci saudaramu yang lain itu sama saja seperti kamu mencaci diri kamu sendiri ??” tanya Sang Ibu Pertiwi kepada anaknya.  Sang anak pun hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab apa yang dikatakan oleh Sang Ibunya.  “Anakku, selama ini aku telah mengajarkan padamu agama dengan baik tapi mengapa kata-kata yang “bagus” itu keluar dari mulutmu, ketahuilah bahwa saudaramu yang saat ini sedang bertugas sebagai pejabat di rumah ini telah berusaha sebaik mungkin sesuai aturan yang telah kita sepakati bersama, memang saat ini kamu bukanlah seorang pejabat jadi kamu bdengan mudahnya mengeluarkan kata-kata itu dengan lancar tetapi jika kamu pada posisi saudaramu itu belum tentu kamu dapat mengambil keputusan sebaik dan seadil yang telah saudaramu itu lakukan !!”

Anakku, ingatlah nasehat Ibu mu yang sudah renta ini : 
  1. Jangan pernah kamu berlindung mengatasnamakan saudaramu yang lain padahal sebenarnya itu adalah ambisi pribadimu atau kelompokmu saja karena jika itu kamu lakukan, maka suatu saat kamu pun akan mengalami hal sama seperti yang telah kamu lakukan itu.
  2. Janganlah berbicara tentang keadilan padahal kamu sendiri tidak bisa bersikap adil pada diri kamu sendiri ataupun keluargamu.
  3. Jangan pernah mencaci seseorang siapapun dia karena suatu saat nanti kamu akan merasakan cacian yang sama seperti cacian yang kamu pernah ucapkan.
  4. Jangan pernah kamu mencari-cari kesalahan saudaramu karena jika yang kamu tuduhkan itu tidak benar, maka hal itu sudah berarti fitnah dan kamu tahu bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.  Jadi kamupun tahu hukuman apakah yang pantas bagi orang yang telah melakukan fitnah itu.
  5. Ingatlah bahwa setiap manusia tidaklah sempurna jadi kamu jangan pernah merasa bahwa dirimu adalah manusia yang sempurna yang tidak pernah melakukan kesalahan.
  6. Sebelum kamu mencaci ataupun menjelek-jelekkan saudaramu ingatlah bahwa saat jari telunjukmu menunjuk kearah saudaramu itu, maka empat jari yang lain juga menunjuk kearahmu jadi jika satu cacian kamu tujukan ke saudaramu, maka empat cacian yang sama kamu arahkan pada dirimu sendiri.
    Anakku, sebelum engkau tidur ingat-ingatlah apa yang Ibumu telah nasehatkan kepadamu semoga saat engkau terbangun esok hari engkau bisa menjadi orang yang lebih bijaksana.

    19 December 2009

    PRASETIJO HERMAWAN DAN KELUARGA MENGUCAPKAN



    SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH
    1431 H


    SEMOGA ALLAH SWT SELALU MELIMPAHKAN RAHMAT, REJEKI DAN HIDAYAHNYA PADA KITA DAN NEGERI INI
    AMIIN


    18 November 2009

    CERITA SEORANG ANAK KECIL



    Seorang anak kecil yang sedang menonton acara televisi tampak bengong, karena setiap hari hampir semua berita di televisi selalu berisi tentang perkelahian baik antar kelompok maupun antar desa.

    Sehingga dalam benak anak kecil itu terpatri bahwa jika kita ingin tampil di televisi, maka cara terbaik adalah dengan berkelahi baik secara kelompok atau sendiri. Dan karena keinginannya agar bisa tampil di televisi, maka anak kecil itu setiap hari ketika pulang sekolah selalu berkelahi baik dengan teman sekelasnya ataupun orang lain.

    Suatu saat datanglah surat dari sekolah sang anak untuk orang tua anak kecil itu agar sang orang tua menghadap ke sekolah. Sang orang tua pun bingung ada apa gerangan sebenarnya sehingga dia dipanggil untuk ke sekolah anaknya. Dalam benak orang tua itu muncul berbagai pertanyaan ada masalah apa dengan anaknya karena si anak adalah anak yang baik dan penurut serta tidak pernah melawan orangtuanya, dan untuk memastikannya dia pun bertekad untuk datang kesekolah anaknya itu.

    Pada hari yang telah ditentukan, maka orang tua itu pun pergi ke sekolah dan menemui sang kepala sekolah. Dan ketika bertemu sang kepala sekolah, maka orang tua itu pun bertanya ada masalah apa dengan anaknya. Alangkah terkejutnya sang orang tua ketika mendengar penjelasan kepala sekolah tentang tingkah laku sang anak saat berada disekolah.

    Dengan badan lunglai dan hati remuk redam sang orang tua pun pulang ke rumah sambil terus berpikir mengapa sang anak yang baik serta penurut itu menjadi liar ketika berada di sekolah. Saat sang anak telah pulang dari sekolah, maka orang tua itu pun memanggil anaknya dengan lemah lembut “anakku sayang bisakah orang tuamu ini berbicara dengan kamu”. Sang anak pun menjawab “boleh orang tuaku sayang” dan sang anak pun bertanya “apakah yang akan orang tuaku bicarakan dengan aku”.

    Sang orang tua berpikir bagaimana caranya menanyakan pada anaknya tentang penjelasan kepala sekolah pagi ini. Dan akhirnya sang orang tua pun bertanya “ anakku sayang bagaimana pendapatmu tentang orang yang sering berkelahi ?” dan sang anak pun menjawab dengan polosnya “orang tuaku, orang yang sering berkelahi itu hebat karena kalau kita sering berkelahi, maka kita nanti bisa tampil di televisi seperti bintang film atau apa itu namanya orang tuaku yang ada briti-briti itu lho?”. Dan orang tua itupun menjawab “celebrity ???”, sang anak pun menjawab “benar orang tua ku celebrity”.

    Orang tua pun bingung medengar jawaban polos sang anak karena ternyata dalam benak sang anak telah terisi suatu asumsi bahwa perkelahian adalah suatu hal yang lumrah dan dapat menjadikan dirinya bak seorang bintang film.

    Apakah yang salah dari cerita diatas, seperti kita semua telah tahu setiap hari tiada hari tanpa berita tentang perkelahian baik antar kelompok maupun antar desa atau antar apa saja dan hal ini dilakukan oleh orang-orang yang buta huruf sampai mereka yang menamakan dirinya seorang mahasiswa. Dan lucu lagi semua stasiun televisi berlomba-lomba untuk memberitakan hal ini seakan-akan ini adalah suatu berita yang layak dan perlu untuk diberitakan padahal jika stasiun televisi itu mempunyai hati nurani dan manusiawi, maka berita seperti itu tidaklah layak untuk diberitakan apalagi jam tayang sebuah berita adalah di jam-jam utama dimana anak-anak pun bisa menontonnya.

    Ada pikiran nakal dalam benak saya yang mengatakan bahwa perkelahian yang sering terjadi di tanah air ini karena mereka merasa bahwa dengan perkelahian itu, maka mereka bisa tampil di televisi seperti pikiran anak kecil di cerita diatas. Dan mungkin jika televisi-televisi di tanah air ini tidak memberitakan atau tidak tertarik dengan hal-hal seperti itu, maka kemungkinan perkelahian-perkelahian itu bisa berkurang karena mereka tidak mempunyai wadah untuk menampilkan ketrampilan dan kehebatan mereka dalam berkelahi berkelompok.

    Marilah kita bangun negeri ini dengan kasih sayang dan saling menghargai setiap pendapat orang lain walaupun berbeda sehingga negeri ini menjadi negeri yang aman, sentosa, adil dan makmur sejahtera bagi rakyatnya.

    2012 = HARI AKHIR ????!!!!



    Saat aku sedang dalam kesendirian di malam yang penuh bintang muncullah pertanyaan dalam hati ini tentang “apakah pembicaraan yang ramai dibicarakan orang-orang tentang tahun 2012 adalah suatu kebenaran ??!!!”. Apalagi saat ini muncullah sebuah film yang menggambarkan kejadian yang akan terjadi di tahun 2012 itu dengan segala bentuk bencana yang “kemungkinan” akan terjadi.

    Memang di semua agama telah disebutkan tentang adanya hari akhir itu yang biasa disebut sebagai “hari kiamat” dimana bumi ini akan mengalami kehancuran. Tapi benar kah hal itu akan terjadi di beberapa tahun kedepan ini sedangkan saya ini masih merasa sebagai manusia yang penuh dengan noda dan dosa.

    Asumsi tentang hari akhir ini didapatkan oleh mereka-mereka yang ahli dengan melihat pada sebuah kalender yang sampai saat ini oleh mereka itu dianggap sangat tepat yaitu kalender bangsa Indian Maya tetapi saya sebagai muslim tidak meyakini tentang kalender tersebut.

    Dan malam ini pikiran saya berusaha merenungi tentang hal ini tetapi didasarkan pada ajaran saya sebagai seorang muslim. Pertanyaan awal yang muncul di benak saya saat ini adalah “apakah tanda-tanda hari akhir yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad SAW sudah terjadi di bumi ini”.

    Jika saya melihat dari tanda-tanda yang disebutkan dalam kitab suci saya (Al-Qur’an) tentang “hari akhir”, maka memang hal itu sudah banyak terjadi dan itu membuat hati saya semakin berdebar-debar sehingga muncul pertanyaan “akankah memang tahun 2012 adalah hari kiamat yang dimaksudkan dalam Al-Qu’an tersebut”.

    Jika benar tahun 2012 adalah hari kiamat, maka kemungkinan saya adalah salah satu manusia yang akan menghuni neraka karena belum banyak pahala yang bisa aku kumpulkan untuk mengimbangi keburukan yang telah kulakukan di dunia ini.

    Ya, ALLAH bantulah dan sinarilah umatmu yang hina ini dalam menjalani kehidupan di dunia yang kotor dan penuh kemunafikan ini agar ketika hari akhir itu tiba umatmu yang hina ini dapat menjadi pengikutmu yang sejati.

    17 November 2009

    JADIKAN HUKUM SEBAGAI PEDOMAN



    Berminggu-minggu sudah negeri ini dipenuhi dengan berita tentang perseteruan antara KPK (Komisi Peberantasan Korupsi) dan Kepolisian. Memang kedua pendekar hukum di negeri ini sedang saling berusaha mencari popularitas dengan menunjukkan kedigdayaannya masing-masing.

    Yang satu berusaha menciptakan opini ke masyarakat agar bisa mendapatkan dukungan sedangkan yang satunya lagi berusaha mempertahankan apa-apa yang telah mereka dapatkan selama penyidikan.

    Suasana di masyarakat mulai memanas untuk saling dukung mendukung dan hal ini sebenarnya menyebabkan situasi yang tidak kondusif lagi khususnya bagi mereka-mereka yang bergerak di bidang investasi. Memang kenyataan masyarakat kita selalu terlalu mudah untuk diprovokasi dan percaya pada opini yang dibuat oleh media massa atau pribadi-pribadi yang memerlukan dukungan dari masyarakat.

    Sejak negara ini menyatakan kemerdekaannya, maka kita sebagai rakyat sudah menyatakan bahwa kita memerlukan keadilan dalam masyarakat dan itu berarti hukum menjadi acuan utama (kalau tidak mau disebut sebagai “Tuhan”). Dan jika masyarakat benar-benar menginginkan hukum sebagai pondasi utama negara ini, maka sebenarnya para pendekar hukum yang tahu tentang hukum tersebut tidak perlu berperang apalagi berusaha menciptakan opini ke masyarakat untuk mendukung mereka.

    Dan sebaiknya sebagai pendekar hukum di negeri ini mereka semua bisa memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana mematuhi hukum di negeri ini bukannya menciptakan opini atau merekayasa kasus (karena merasa berkuasa dibidang hukum). Hukum dibuat sejak jaman purba dahulu adalah untuk mengatur tingkah laku kita sebagai manusia agar terjadi keselarasan dalam hidup serta adanya keadilan bagi kita jadi bukan sebaliknya hukum untuk dilanggar apalagi jika hukum dilanggar karena kekuasaan.

    Dalam bernegara ini kita semua tahu bahwa setiap permasalahan yang berhubungan dengan hukum sudah disediakan tempat untuk melakukan pengujian kebenarannya yaitu pengadilan. Jadi alangkah gentle nya jika para pedekar hukum yang sedang berperang itu menggunakan tempat yang sebenarnya bukan menggunakan ruang publik sebagai tempat untuk melakukan pembelaan diri.

    Marilah kita patuhi hukum dan jadikan hukum sebagai pedoman hidup bernegara serta sebagai pengatur ketertiban dalam bernegara. Dan untuk para penegak hukum jangan jadikan hukum sebagai tameng untuk pembenaran setiap kesalahan yang dibuat. Kita sebagai masyarakat menginginkan penegak hukum yang profesional dalam bekerja bukan profesional dalam memutar balikkan fakta dan jadikan hukum negara serta hukum agama sebagai pijakan dalam bekerja sehingga negara menjadi aman, adil dan sentosa.

    MENANGISNYA SANG IBU PERTIWI



    Saat ini Ibu Pertiwi sudah berusia 64 tahun, diusianya yang semakin mendekati senja ini dimana sang anak sudah dianggapnya semakin dewasa ternyata kedewasaan itu hanya pada lahiriahnya saja tanpa diikuti oleh kedewasaan dalam berpikir dan berbicara.

    Ketika Ibu Pertiwi santai diruang keluarga dan matanya menyaksikan berita di televisi semakin sedih hatinya, karena sudah sedemikian kacaunya cara berpikir sang anak. Saling mencaci dan memaki, saling menyalahkan tanpa mau disalahkan, merasa dirinya yang paling hebat tanpa ada introspeksi kedalam dirinya menjadi tontonan sehari-hari di rumah ini.

    Untuk menghilangkan kesedihan hatinya karena tontonan itu sang Ibu keluar berjalan-jalan untuk menghirup udara segar disekitar halaman rumahnya. Tapi begitu keluar dari pintu sebuah mobil mewah hampir menabraknya, ingin sekali sang Ibu marah pada pengemudi mobil itu tapi begitu kaca mobil terbuka ternyata sang anaklah didalam mobil itu.
    “Anakku mobil siapakah ini ??” tanya sang Ibu.
    “Ini mobil saya Ibu” jawab sang anak.
    “Darimana kau dapatkan uang untuk membelinya ??” tanya sang Ibu.
    “Aku khan orang yang ditugaskan sebagai pejabat dirumah ini, jadi wajar kalau aku harus bermobil mewah” jawab sang anak.
    “Darimana kau dapatkan uang untuk membelinya ??” tanya sang Ibu lagi.
    “Aku mengambil uang keluarga yang dikumpulkan untuk membangun rumah ini, tapi itu khan wajar karena aku adalah pejabat di rumah ini” jawab sang anak.
    “Nak, ingatlah kamu ditugasi oleh keluarga ini bukan untuk bermewah-mewah tapi untuk membangun rumah ini agar keluarga kita menjadi keluarga yang makmur” jawab sang Ibu yang tanpa terasa menetes air matanya.
    “Baiklah Ibu saya akan menjalankan tugas ini dengan lebih bertanggung jawab dan tidak akan bermewah-mewah apalagi banyak keluarga kita yang masih dibawah kemiskinan” janji sang anak.

    Setelah kejadian itu sang Ibu kembali berjalan dengan santainya tetapi ditengah jalan itu sang Ibu menyaksikan sang anak yang lain sedang menghancurkan prasarana halaman rumahnya sambil berteriak-teriak memaki-maki sang anak yang menjadi pejabat.
    “Nak, mengapa kau berteriak dan memaki seperti itu ??” tanya sang Ibu.
    “Ibu, saudaraku yang pejabat itu telah mengutil uang keluarga kita !!” jawab sang anak.
    “O, itu masalahnya, tapi mengapa kau hancurkan prasarana yang ada di halaman ini ??” tanya sang Ibu.
    “Itu untuk menumpahkan kekesalanku pada dia !!” jawab sang anak.
    “Nak, apakah itu yang kamu dapatkan di tempat kuliahmu, apakah itu cara untuk menyampaikan pendapat ??” sang Ibu kembali bertanya.
    “Eh… eh…. eeh….” si anak kebingungan untuk menjawab.
    “Apa yang telah kau hancurkan itu dibangun dengan tabungan keluarga kita nak, kalau kamu hancurkan itu berarti perlu uang lagi untuk membangunnya, mau kah keluarga-keluarga yang lain menambah iuran untuk tabungan keluarga kita, kamu belum ada sedikitpun memberikan iuran untuk tabungan itu, tugasmu saat ini adalah belajar yang pandai hingga suatu saat nanti kamu akan memimpin keluarga ini dengan adil dan bisa mensejahterakan keluarga kita” ucap sang Ibu dengan meneteskan air mata.
    “Maafkan saya Ibu, saya akan lebih tekun belajar agar bisa membawa keluarga ini menjadi keluarga yang sejahtera” janji sang anak.

    Saat sang Ibu berjalan kebagian lain halaman rumahnya, maka dia melihat ada seorang anaknya sedang diwawancarai oleh seorang wartawan. Sang Ibu mendengarkan dengan seksama tanya jawab itu, dan setelah wawancara itu selesai, mulai bertanyalah Ibu ini kepada anaknya.
    “Anakku mengapa kamu menjelek-jelekkan saudaramu yang pejabat di keluarga ini, kamu khan merupakan bagian dari keluarga ini ??” tanya sang Ibu.
    “Kalau tidak begitu dia tidak tahu kesalahannya” ucap sang anak.
    “Apakah itu cara yang terbaik untuk mengoreksi pekerjaan keluargamu yang lain ??, apa tidak ada cara yang lebih baik daripada mencaci, memaki, membongkar kejelekan orang lain ??” ucap sang Ibu.
    “Ya...., ada bu” sang anak menjawab.
    “Kamupun belum tentu lebih baik dari dia jika kamu diberi tugas sebagai pejabat seperti itu, jadi janganlah kamu menjelek-jelekkan orang lain apalagi dia adalah saudaramu sendiri, sebaiknya kamu berbicara, memberi saran serta solusi suatu masalah secara sopan dan bijaksana” nasehat sang Ibu yang tanpa sadar kembali meneteskan air matanya.
    “Baik, Ibu” sang anak kembali menjawab.

    Karena lelahnya sang Ibu berjalan dan melihat beberapa kejadian dijalan itu, maka sang Ibu kembali ke rumah dengan hati trenyuh dan tanpa dia sadari terucap dari mulutnya "Mengapa anak-anakku sekarang seperti tidak mempunyai sopan santun lagi". Ketika sampai dirumah dia pun terduduk dan tersandar di kursi renyotnya dan berdo'a kepada sang ILLAHI "Ya, ALLAH tolonglah keluargaku ini sadarkanlah anak-anakku, aku bangun rumah ini dengan susah payah ya ALLAH agar ada kesejahteraan dan kedamaian serta kemakmuran di rumah ini bukan caci-maki, korupsi, dan mau menang sendiri, berikanlah rahmat dan berkahMU ya ALLAH untuk keluargaku ini" Dan akhirnya sang Ibu pun tertidur dengan membawa banyak pikiran dan kegundahan di dalam hatinya.

    03 November 2009

    POHON SALAM DAPAT BERFUNGSI SEBAGAI OBAT



    Di saat ini banyak orang yang khawatir terhadap obat-obatan berbahan kimia karena obat-obatan yang menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembuatnya mempunyai efek samping yang berbahaya untuk kesehatan kita. Jadi slogan “Back to Nature” memang sangat diminati oleh masyarakat karena obat-obatan yang berasal dari alam memang sangat kecil efek sampingnya untuk kesehatan kita.

    Kalau melihat judul diatas mungkin ada beberapa orang yang sudah tahu bahwa daun salam (Syzygium polyanthum[Wight.] Walp) memang dapat berfungsi untuk obat-obatan tetapi mungkin banyak juga orang yang tidak tahu karena daun salam ini di Indonesia lebih dikenal sebagai bahan untuk memasak bagi ibu-ibu.

    Daun salam ini untuk daerah-daerah lain di Indonesia mungkin mempunyai nama lain seperti jika di Sumatera daun salam lebih dikenal dengan “meselengan, ubar serai (melayu)”, di Jawa daun salam juga dikenal dengan nama “manting” kalau di Kangean dikenal dengan nama ‘kastolam”.

    Sebagai gambaran pohon salam adalah tumbuhan liar di hutan dan pegunungan atau ditanam di halaman sekitar rumah. Pohon salam dapat ditemukan di daerah dataran rendah sampai ketinggian 1.400 m diatas permukaan laut.

    Kebetulan saya pernah membaca tentang penggunaan pohon salam untuk pengobatan, maka tidak ada salahnya jika saya berbagi pengetahuan itu, siapa tahu pohon salam bisa menjadi alternatif untuk mengobati penyakit yang saudara-saudara derita. Bagian dari pohon salam yang dapat dijadikan obat adalah daun, kulit batang, akar dan buahnya. Penyakit yang dapat diobati dengan pohon salam adalah
    - Kolesterol tinggi
    - Kencing manis
    - Tekanan darah tinggi
    - Maag
    - Diare
    - Kudis, gatal-gatal

    Cara pemakaian :
    1. Kolesterol tinggi
    Cuci 10-15 lembar daun salam segar sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sekaligus dimalam hari. Lakukan pengobatan ini setiap hari.
    2. Kencing Manis
    Cuci 7-15 lembar daun salam segar sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sekaligus sebelum makan. Lakukan pengobatan ini sehari 2 kali.
    3. Tekanan darah tinggi
    Cuci 7-10 lembar daun salam segar sampai bersih, lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.
    4. Maag
    Cuci sampai bersih daun salam segar sebanyak 15-20 lembar, rebus dengan ½ liter air sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan gula enau secukupnya dan setelah dingin, minum airnya sebagai teh. Lakukan setiap hari sampai rasa perih dan penuh di lambung hilang.
    5. Diare
    Ambil 15 lembar daun salam segar, cuci sampai bersih. Tambahkan 2 gelas air, lalu rebus sampai mendidih (selama 15 menit). Selanjutnya masukkan sedikit garam, setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.
    6. Kudis, gatal-gatal
    Cuci daun, kulit batang atau akar salam seperlunya sampai bersih lalu giling halus sampai menjadi adonan seperti bubur, lalu balurkan ke tempat yang sakit kemudian balut.

    Ternyata untuk mengobati penyakit yang kita derita tidak perlu susah-susah mencari obatnya karena banyak tanaman di alam ini yang dapat berfungsi sebagai obat. Karena ALLAH menciptakan alam ini berpasang-pasang jadi setiap penyakit pasti ada obatnya di alam ini.

    06 October 2009

    SI KECILKU SEDANG SAKIT



    Setelah kembali dari kota Pontianak tanggal 28 September 2009 dan mulai kembali bekerja mulailah rasa malas muncul karena lamanya cuti untuk berlebaran. Begitu sampai di kantor wah kerjaan sudah menunggu semua apalagi pada bulan-bulan Agustus-September ini harus mempersiapkan budget produksi untuk tahun 2010, tapi untungnya hal itu sudah saya persiapkan jauh-jauh hari sebelum cuti lebaran.

    Kalau baru kembali dari cuti seperti ini rasanya waktu berjalan sangat lambat sekali sehingga timbul rasa bete (kata anak-anak ABG sih) padahal saya udah pengen pulang untuk main-main sama si kecil Arya ku yang tanggal 28 September ini tepat berusia 11 bulan.

    Sepulang dari kantor, maka aku puaskanlah bermain-main dengan sikecil yang memang sedang lucu-lucunya apalagi sekarang dia sudah bisa merangkak dan belajar berdiri. Dan lucunya dia sekarang sudah mulai bisa memanggil aku “AYAH” walaupun yang muncul dari mulutnya baru “A” saja. Ketika jam sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB mulailah si kecilku tidur dengan nyenyaknya karena sudah lelah bermain.

    Seperti biasa si kecil ini kalau malam terbangun minta susu dan saat ini sekitar pukul 23.00 WIB karena sudah biasa dengan kebiasaan ini, maka aku segera membuatkan susu untuk dia tapi saat aku minumkan ternyata dia menolaknya serta menangis dan aku pun berpikir ada apa gerangan dengan si kecilku ini, maka untuk menghilangkan penasaranku aku pegang keningnya ternyata panas sekali dan setelah aku cek dengan termometer suhu badan dia 38,4 derajat Celcius akhirnya aku menggendongnya untuk mengurangi panas badannya dan membuat dia nyenyak tidur.

    Setelah aku minumkan obat penurun panas, maka aku tidurkan kembali dia di tempat tidur tapi setelah kejadian itu aku pun tidak bisa tidur lagi dan setiap 2 jam sekali aku mulai cek suhu badan dia dengan termometer. Saat jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari si kecilku kembali terbangun dan suhu badannya kembali tinggi sekitar 39 derajat Celcius dan kembali aku minumkan obat penurun panas agar suhu badan dia kembali normal.

    Karena suhu badan si kecil ini tidak turun-turun, maka aku putuskan segera membawanya ke dokter di sekitar tempat tinggalku. Dan dokter hanya memberi obat penurun panas saja karena penyakit lain diperkirakan dokter tidak ada. Tetapi ketika pukul 15.00 WIB si kecil kembali tinggi suhu badannya dan mencapai 39,7 derajat celcius, maka dengan hati yang tidak karuan aku putuskan untuk segera membawanya ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan yang memadai. Setelah tiba di rumah sakit, maka pihak rumah sakit (dokter jaga) meminta saya untuk melakukan pengecekkan darah sikecil di laboratorium rumah sakit karena pihak rumah sakit takut kalau-kalau si kecil terkena demam berdarah dengue atau malaria.

    Tetapi setelah melihat hasil tes laboratorium yang hasilnya ternyata negatif semua baik demam berdarah dengue maupun malaria, maka sang dokter jaga pun bingung ada apa dengan si kecil ini karena saat dicek suhu badan si kecil mencapai 38,8 derajat Celcius dan dokter jaga pun merujuk untuk ke dokter spesialis anak besok pagi. Tapi karena hatiku sudah dag, dig, dug tidak karuan, maka aku putuskan untuk segera menemui dokter spesialis anak di tempat prakteknya walaupun hari sudah malam agar si kecil bisa segera dapat di diagnosa penyakitnya.

    Begitu sampai di dokter spesialis anak, maka dokter meminta agar si kecil kembali dicek darahnya untuk lebih memastikan penyakitnya. Lagi-lagi semuanya negatif karena itu pak dokterpun memberikan obat yaitu penurun panas jika panasnya kurang dari 39 derajat Celcius dan penurun panas jika panasnya mencapai 39 derajat Celcius serta satu obat lagi yang aku lupa menanyakan kegunaannya. Sang dokter hanya memperkirakan bahwa sikecil terkena virus tetapi belum tahu itu virus apa karena itu dia mengharuskan saya untuk datang lagi jika 3 hari setelah ini si kecil masih panas tinggi untuk di cek kembali apakah si kecil terkena demam berdarah dengue.

    Karena sampai hari kedua setelah ke dokter panas si kecil belum turun-turun, maka ada beberapa karyawan di tempat kerja isteri saya yang menyarankan untuk mencoba pengobatan tradisional (berobat kampung istilah di tempat tinggal saya). Akhirnya demi kesembuhan si kecil, maka aku dan isteri membawanya ke seseorang yang dianggap pandai untuk mengobati penyakit bayi (namanya pak Belalang) dan aku pun mendapatkan ramuan yang dibuat dari daun-daunan dan akar-akaran serta petunjuk untuk tetap memberi obat yang didapatkan dari dokter. Sesuai petunjuk bapak tadi, maka sesampai dirumah aku pun mulai mencampur ramuan itu dengan air hangat untuk segera di basuhkan keseluruh badan si kecil dan tak lupa memberi obat dari dokter.

    Dan Alhamdullilah setelah beberapa jam suhu badan si kecil kembali normal tetapi pengobatan tradisional tetap harus terus dilanjutkan sampai suhu badan si kecil benar-benar menjadi normal kembali. Ternyata sakit si kecil itu adalah sakit bayi yang kalau disekitar tempat tinggal saya saat ini disebut grumut atau mungkin kalau dijawa gabaken dan setelah grumut si kecil sudah keluar semuanya, maka suhu badan dia pun mulai kembali normal seperti sediakala.

    Yang tertinggal didalam pikiran saya saat ini adalah ternyata obat tradisional yang dibuat dari daun-daunan dan akar-akaran lebih manjur dibanding obat modern yang dibuat dari bahan-bahan kimia.

    BERLEBARAN DI PONTIANAK



    Saat lebaran tiba, maka tradisi berlebaran di kota Pontianak ini sangat berbeda dengan kota-kota lain apalagi di Jawa. Di kota ini lebaran itu bak pesta kue terutama kue lapisnya, semua rumah yang kita kunjungi menyajikan kue lapis itu dengan berbagai model walaupun menurut saya rasanya sih ya begitu-begitu aja.

    Dan ketika rumah kita dikunjung oleh seseorang, maka seperti ada rasa wajib untuk mengunjungi rumah orang yang telah mengunjungi rumah kita tersebut bayangkan jika banyak tamu mengunjungi rumah kita rasanya bisa kitamati berdiri untuk mengatur waktu membalas kunjungan mereka itu. Terkadang waktu seminggupun tidak cukup untuk berkunjung dan mengunjungi sanak keluarga kita, tetangga dan tamu yang sudah datang ke rumah kita.

    Saat lebaran telah usai, maka rasa penat di sekujur tubuh sangat terasa sekali sehingga rasa malaspun muncul apalagi kalau mau berangkat ke kantor. Karena disetiap rumah yang kita kunjungi selama lebaran itu suguhan yang ada adalah kue-kue yang sama, maka dokterpun mulai banyak dikunjungi pasien dengan penyakit yang hampir sama yaitu tenggorokan sakit, batuk, pilek dan influenza karena terlalu banyak makan makanan yang yang berlemak seperti kue lapis dan kecapekan sehingga ketahanan badan kita menjadi lemah. Jadi saat lebaran usai banyak dokter mendapatkan rejeki karena pasien yang datang ke tempat prakteknya semakin banyak dan kita yang sebagai pasien semakin terkuras keuangan kita karena ada pengeluaran ekstra untuk ke dokter.

    Hal seperti ini selalu berulang saat berlebaran di kota Pontianak, walaupun suasana lebaran mungkin lebih meriah jika dibandingkan kota-kota lain tapi ada hal-hal yang menurut saya koq ndak sreg. Contoh seperti mengapa kita harus membalas kunjungan tamu yang sudah datang ke rumah kita karena dengan balas membalas untuk saling mengunjungi ini membuat kita kehabisan waktu untuk mengunjungi sanak keluarga yang lainnya dan kelelahan karena full time kegiatan kita selama lebaran adalah berjalan dari rumah ke rumah yang membuat turunnya kondisi tubuh kita.

    Ya, bagaimana lagi lha wong itu sudah tradisi lebaran di Pontianak walaupun dalam hati ada rasa tidak sreg tapi karena istri orang Pontianak ya dengan terpaksa harus ikut tradisi itu nanti kalau ndak ngikuti tradisi itu banyak celoteh yang tidak mengenakkan telinga akan bermunculan bak peluru yang ditembakkan kearah dada saya.

    Walaupun begitu jangan lupa bahwa perbedaan tradisi lebaran di Indonesia ini menyebabkan adanya pelangi budaya dan tradisi yang membuat Indonesia semakin penuh warna yang selalu mempesona.

    PRASETIJO HERMAWAN DAN KELUARGA MENGUCAPKAN



    SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI
    1430 H
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
    Suara takbir bergema dengan indahnya
    Air mata tumpah dipelupuk mata
    Hari Raya Iedul Fitri telah tiba
    Semoga kita menjadi manusia yang kembali suci bagai bayi yang baru lahir kedunia

    Hari Raya  Iedul Fitri telah tiba
    Jangan lupa bayar zakatnya
    Tak kan diterima puasa kita
    Jika fakir miskin tak bisa ikut bersuka ria

    17 September 2009

    IEDUL FITRI



    Ketika adzan maghrib berkumandang hari ini, maka bergantilah bulan ini dari Ramadhan menjadi Syawal dan tetesan air mata jatuh dari pelupuk mata keatas pangkuan karena bulan yang penuh rahmat dan ampunan telah pergi.

    Setelah kita beribadah puasa selama 1 bulan penuh, maka hari ini kita merasakan diri kita bak seorang bayi suci yang baru dilahirkan ke dunia ini. Tetesan air mata yang jatuh bukan karena kefitrian yang seorang muslim inginkan tetapi pergantian bulan inilah yang ditangisi karena tidak ada bulan yang penuh rahmat dan ampunan selain di bulan Ramadhan ini.

    Tetapi saat ini saya melihat lebih banyak orang yang senang jika telah selesai bulan Ramadhan karena bagi mereka puasa merupakan siksaan yang luar biasa bagi mereka. Dan ketika Iedul Fitri tiba, maka mereka merayakannya dengan megah dan serba mewah. Bagi mereka hari ini harus dirayakan karena hari ini mereka telah bebas dari belenggu puasa selama 1 bulan penuh dan pantangan selama Ramadhan telah boleh dilaksanakan kembali. Disinilah perbedaan yang nyata antara siapa yang benar-benar merasakan dirinya seorang muslim atau hanya muslim sekedar sebagai identitas saja.

    Semoga apa yang telah laksanakan selama bulan Ramadhan akan terus dilanjutkan di bulan-bulan seterusnya agar keimanan kita semakin baik dan menjadikan kita sebagai seorang muslim yang sejati.

    12 September 2009

    LAILATUL QADR

    Ketika Ramadhan tiba selain mengharapkan limpahan berkah dari ALLAH, maka ada satu hari yang sangat diharapkan kedatanganya yaitu LAILATUL QADR. Lailatul Qadr ini begitu sangat ditunggu-tunggu oleh orang-orang muslim karena pada hari itu pahala yang dijanjikan oleh ALLAH SWT adalah seribu bulan.

    Dan malam Lailatul Qadr ini tidak turun pada semua bulan tetapi hanya turun pada bulan Ramadhan saja dan itupun kita sebagai manusia tidak bisa menebak kapan dan pada hari ke berapa Ramadhan turunnya. Malam Lailatul Qadr adalah suatu malam yang sangat istimewa karena pada saat itu Al-Qur’an diturunkan ke muka bumi dan para malaikat pun ikut serta turun ke bumi ini sehingga alam pun menjadi hening penuh hormat.

    Dalam hadist-hadist yang ada saat ini semuanya tidak ada yang bisa memastikan pada hari keberapa dari bulan Ramadhan tepat datangnya Lailatul Qadr itu tetapi dari semua hadist itu hanya bisa di dapatkan petunjuk bahwa Lailatul Qadr akan datang pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Rasullullah SAW pun hanya memberikan suatu petunjuk bahwa jika Lailatul Qadr turun pada malam itu, maka pada pagi harinya matahari akan bersinar keemasan tetapi tidak panas.

    Mungkin timbul pertanyaan mengapa orang-orang muslim sangat mengharapkan datangnya malam Lailatul Qadr itu ?, hal ini karena seperti dituliskan diatas bahwa pahalanya adalah seribu bulan dan jika kita hitung secara matematis seribu bulan itu, maka kita bisa tahu bahwa seribu bulan sama dengan 83 tahun lamanya sedangkan usia kita mungkin tidak lebih dari 60 tahun saja tetapi ada beberapa ahli yang mengatakan seribu bulan itu hanyalah sebuah kata kiasan untuk mengartikan betapa banyaknya pahala pada malam Lailatul Qadr itu.

    Banyak cara yang dilakukan untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadr itu yaitu Tadarus Al-Qur’an, Iqtikaf di Masjid, Zikir dan lain-lain. Ya, ALLAH mungkinkah umatmu yang hina ini bisa mendapatkan malam Lailatul Qadr yang sangat aku nantikan sebelum ajal menjemputku.

    11 September 2009

    BUDAYA MENJELANG LEBARAN

    Ma, belikan baju baru untuk lebaran.
    Pak, meja kita sudah kelihatan jelek, beli khan yang baru lah untuk lebaran malu sama tetangga-tetangga.
    Apa kue kita tuk lebaran nih, kalau sampai tidak ada kue malu kita sama tetangga yang datang bertamu ke rumah kita.
    Hari apa kamu pulang mudik ke kampung.


    Apa yang ada diatas itu adalah sebagian kata-kata yang selalu terucap saat hari-hari puasa Ramadhan sudah mendekati akhir. Sepertinya hal ini menjadi suatu budaya di banyak daerah di Indonesia ini dan selalu berulang di setiap tahun. Dan yang tak kalah repot adalah pemerintah karena pemerintah harus bersusah payah untuk mengatur kegiatan “mudik” tahunan rakyatnya tersebut.  
     
    Tetapi jika dipikir dengan jernih mungkin timbul beberapa pertanyaan dalam hati kita :
    1. Apakah keuntungan yang bisa diambil dari budaya ini.
    2. Siapakah yang lebih diuntungkan dengan semua budaya yang kita lakukan untuk menyambut Iedul Fitri tersebut.
    3. Apakah budaya ini “harus” selalu dilaksanakan.
    Kalau kita melihat semua pertanyaan itu, maka sebenarnya yang sangat diuntungkan dengan budaya itu adalah para pengusaha (penjual baik jasa atau barang) sedangkan kita hanyalah obyek penderita yang menghambur-hamburkan uangnya untuk menambah pundi-pundi uang mereka. Tiada keuntungan yang bisa kita dapatkan dari apa yang kita lakukan itu tapi hanyalah kebahagiaan sesaat ketika seseorang memuji baju baru yang kita kenakan atau sanjungan tetangga ketika mereka datang kerumah kita. 

    Memang budaya ini sulit untuk dirubah tetapi alangkah lebih baiknya jika budaya ini di”renovasi” sehingga ada manfaat bagi kita dan bukan hanya orang lain yang mendapatkan keuntungan sedangkan kita hanya merugi.
     
    Sedikit contoh adalah kita tidak membiasakan anak-anak kita membeli baju baru untuk lebaran apalagi jika baju anak kita masih banyak dan layak pakai semua karena beli baju khan bukan harus disaat lebaran saja. Atau kita tidak perlu beli bermacam-macam kue untuk lebaran tetapi cukup sekedarnya saja karena tetangga datang kerumah kita khan bukan untuk melihat kue kita tapi untuk silaturahmi (kalau tetangga itu datang untuk melihat kue kita ya itu sih namanya tetangga kurang ajar ha.. ha.. ha.. ha..).
     
    Alangkah lebih baik dan indahnya jika budaya menjelang lebaran itu tidak membuat kita repot baik finansial maupun non finansial sehingga kita bisa lebih berkonsentrasi untuk melaksanakan puasa Ramadhan yang penuh dengan berkah ini. 

    08 September 2009

    SANG BUAH HATI

    Setiap keluarga pastilah akan selalu berusaha untuk mendapatkan kehadiran seorang anak untuk menghangatkan suasana suatu keluarga. Jadi kehadiran seorang bayi kecil dalam sebuah keluarga memang sangatlah ditunggu-tunggu baik oleh si bapak atau si ibu.
     
    Tetapi terkadang ALLAH memang mempunyai rencana yang lain sehingga sang buah hati itu tidak muncul-muncul ke dunia ini dan mungkin hal ini akan kita anggap sebagai sebuah ketidak adilan dari ALLAH. Ketika bisikan-bisikan tentang ketidak adilan itu selalu menghinggapi pikiran kita, maka yang ada dalam hati kita adalah kebencian terhadap ALLAH padahal jika kita melihat lebih jauh kedalam hati nurani kita bagaimana murah hatinya ALLAH mungkin kebencian itu akan sirna dan kita akan melihat kebenaran rencana ALLAH itu.
     
    Ketika melihat berita-berita baik di media cetak ataupun televisi rasa geram kita mungkin akan muncul saat kita melihat seseorang dengan mudahnya membuang bayi yang telah dilahirkannya. Dalam hati terkadang muncul kata-kata “mengapa bayi itu dilahirkan oleh orang seperti itu padahal saya yang merindukan buah hati seperti dia sampai saat ini pun belum diberikan oleh ALLAH” tetapi kita lupa bahwa mungkin ALLAH melihat bahwa :
    1. Kita masih belum mampu diberi tanggung jawab itu.
    2. ALLAH ingin agar kita bisa lebih banyak beramal dengan cara mengasuh anak-anak yatim piatu atau fakir miskin yang banyak bertebaran di muka bumi ini.
    3. ALLAH melindungi kita agar jangan sampai anak yang lahir itu menjadi mudharat bagi kita.
    Jadi akan lebih baik jika kita berpikiran positif terhadap rencana ALLAH tersebut dengan cara :
    1. berserah diri dan selalu berdo’a kepadaNYA 
    2. peliharalah anak-anak yatim piatu atau fakir miskin dari pada mereka ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kegiatan yang tidak benar.
     
    Ingatlah selalu bahwa kebenaran dan keadilan yang sejati itu hanyalah milik ALLAH SWT jadi ikutilah apa yang sudah ALLAH rencanakan bagi kita karena insyaallah kebahagiaan akan selalu bersama kita.

    27 August 2009

    ISLAM = TERORISME ???

    Banyak media pemberitaan asing terutama Eropa dan Amerika Serikat yang selalu mengidentikkan Islam dengan terorisme, tapi apakah orang yang berada dibalik media-media itu tahu bahwa sebenarnya Islam adalah agama yang paling sempurna dimuka bumi ini. Jika semua orang tahu bahwa Islam adalah agama yang sempurna mungkin mereka tidak akan mengidentikkan Islam dengan terorisme kecuali bagi mereka yang tidak mau tahu atau pura-pura tidak tahu. 
     
    Dalam Islam memang ada tentang jihad yang berarti berperang tetapi perlu untuk diketahui bahwa jihad bukan hanya untuk berperang dalam arti sebenarnya saja. Tetapi salah satu arti jihad adalah perang dan Rasulullah SAW mengatakan bahwa "musuh manusia yang terbesar adalah hawa nafsu, maka jihad yang terbesar adalah berperang melawan hawa nafsu itu sendiri".
     
    Mereka teroris selalu menjadikan jihad ini sebagai tameng untuk menghalalkan apa yang mereka telah dan akan lakukan seperti pengeboman. Padahal dalam setiap pengeboman itu yang menjadi korban kebanyakan adalah mereka yang tidak tahu apa-apa dan juga mereka yang muslim. 

    Yang menjadi pertanyaan dalam diri saya adalah “Apakah mereka yang melakukan pengeboman ini tidak tahu bahwa membunuh seseorang apakah dia muslim atau bukan itu sebuah dosa”, karena dalam Islam sangat jelas dikatakan bahwa :
    1. Haram darah seseorang yang bukan Islam untuk dibunuh jika mereka mau hidup berdampingan secara damai atau tidak memusuhi kita yang muslim (Islam).
    2. Seorang muslim dilarang membunuh saudaranya sesama muslim.
     
    Jadi bagaimana mana mungkin Islam itu identik dengan terorisme karena dalam Islam jelas tidak ada sama sekali anjuran untuk membunuh sesama manusia. Dan bagi media-media pemberitaan asing yang tidak tahu apa-apa tentang Islam janganlah mereka sok tahu karena hal itu sama saja memfitnah, mungkin lebih bijak jika media-media itu bertanya terlebih dahulu kepada mereka yang tahu tentang Islam.
     
    Tidakkah lebih indah jika dunia ini damai tanpa ada terorisme dan juga media-media pemberitaan yang hanya bisa menonjolkan egoisme dan tuduhan mereka saja.

    MARHABAN YA RAMADHAN

    Saat adzan maghrib berkumandang di hari Jum’at ini, maka rasa gembira muncul didalam hati dan ucapan Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan bergema dimana-mana karena bulan Ramadhan ini merupakan bulan yang sudah ditunggu kedatanngannya oleh semua umat Islam di dunia ini. Bulan yang penuh rahmat dan obral pahala dari ALLAH SWT untuk mereka-mereka yang melaksanakan puasa dengan ikhlas dan hati yang bersih.
     
    Dibulan yang penuh berkah ini semua ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan balasan yang berlipat dari ALLAH SWT karena itu dibulan ini banyak umat yang berkonsentrasi penuh untuk beribadah.  
     
    Bangun subuh untuk makan sahur dan berbuka menjadi nikmat karena dilakukan dengan cara makan bersama dimana pada bulan-bulan lain hal ini mungkin tidak dapat kita lakukan. Kehangatan keluarga menjadi lebih terasa pada bulan Ramadhan ini.  
     
    Gema orang membaca AL-QUR’AN dimana-mana dan sholat berjamaah khususnya Isya dan Tarawih menjadi menu di setiap malam sehingga nuansa religius tampak dominan di keseharian kita di bulan Ramadhan ini. Ingin rasanya suasana seperti ini bisa terus menerus disetiap bulan bukan hanya khusus di bulan Ramadhan saja.  
     
    Ya ALLAH akankah aku bisa menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan ini sampai selesai karena aku takut ENGKAU memanggilku disaat sedang berpuasa sehingga aku tidak dapat menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan ini. Semoga di bulan Ramadhan ini kita dapat melakukan semua ibadah dengan khusyuk dan tawaduk sehingga limpahan pahala akan mengalir laksana sungai yang menyirami badan kita sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang fitri.

    25 August 2009

    Negarawan ???

    Saat tanggal 10 Agustus 2009 KPU mengumumkan pemenang PILPRES, maka kita bisa melihat siapakah dari semua capres yang kalah yang merupakan seorang negarawan. Walaupun sebenarnya jika semua capres adalah negarawan sejati mungkin tak perlu ada sidang di Mahkamah Konstitusi. Karena kita semua tahu bahwa semua yang ada di dunia ini tidak ada yang sempurna apalagi untuk suatu sistem pemilu, jangan kan Pilpres di Indonesia mungkin Pilpres di Amerika Serikat pun kalau kita berusaha mencari “kecurangan-kecurangan”nya pasti kita bisa temukan juga.

    Apa yang di sebut dengan kecurangan oleh mereka yang kalah dalam Pilpres adalah merupakan efek dari belum “sempurna”nya sistem pemilu yang dibuat, jadi sebenarnya “siapa yang salah??”. Kalau kita mau melihat siapa yang salah, maka pasti semua rakyat Indonesia salah karena Undang-Undang itu dibuat oleh “Wakil-wakil” rakyat yang duduk di DPR.
    Kalau kita mau jujur dan melihat kedalam hati nurani sebenarnya mungkin para capres itu secara pribadi bisa menerima hasil pilpres tetapi bagaimana dengan “tim suksesnya”, jadi disini kita bisa melihat lagi bagaimana sang capres memanage “tim suksesnya” karena bisikan-bisikan dari “tim sukses” inilah yang bisa menjatuhkan nilai “kenegarawanan” sang capres.

    Saya sebagai rakyat Indonesia sebenarnya ingin melihat sikap “Negarawan” para capes bisa muncul saat hasil pemilu selesai dihitung oleh KPU, sehingga saat itu juga para capes yang kalah dengan segera mengucapkan “Selamat untuk pemenang Pilpres 2009” tetapi yang terjadi adalah mereka berlindung dibalik kata-kata “nanti jika MK telah mengambil keputusan hasil sidang sengketa Pilpres, maka saya akan mengucapkan “selamat untuk sang pemenang Pilpres”.

    Muncul pertanyaan iseng dalam benak saya “Inikah orang-orang (Capes) yang terbaik di negeri kita ini ???”. Kalau mereka yang terbaik mengapa mereka tidak bisa menerima kekalahan dengan “legowo” tanpa harus menunggu hasil “sidang MK” atau memang sudah menipis orang-orang yang mempunyai sifat negarawan sejati di negeri ini ??????..........